UEA dan Arab Saudi Dinilai Mulai Mengubah Keseimbangan Strategis di Teluk

UEA dan Arab Saudi.(poto/net)

Dubai, Satuju.com - Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi dinilai tengah memainkan peran penting dalam perubahan keseimbangan kekuatan strategi di kawasan Teluk, di tengah meningkatnya ketegangan antara negara-negara regional, Iran, dan kelompok Houthi di Yaman.

Profesor Sejarah dan Politik Internasional di Geneva Graduate Institute, Cyrus Schayegh, mengatakan UEA dan Arab Saudi merupakan dua negara Teluk yang memiliki pengaruh besar terhadap dinamika kawasan.

“Keduanya adalah negara Teluk yang paling berpengaruh. Jadi, tindakan mereka memiliki dampak penting,” ujar Schayegh kepada Al Jazeera.

Menurut Schayegh, UEA berupaya menjaga hubungan dengan berbagai pihak. Ia mencontohkan sikap Abu Dhabi terhadap Iran yang dinilai menunjukkan pendekatan dua arah.

UEA sempat mengumumkan pengumuman perdagangan dengan Iran beberapa pekan lalu. Namun, pada saat yang sama, hubungan diplomatik kedua negara tetap berjalan, termasuk melalui pertemuan dengan Presiden Iran dalam forum BRICS.

“Mereka paham perlunya terus menjalin komunikasi dengan Iran. Jadi, mereka mengambil langkah di kedua sisi,” ungkap Schayegh.

Arab Saudi Berada dalam Posisi Sulit

Sementara itu, Schayegh menilai Arab Saudi menghadapi posisi yang lebih rumit dalam menangani eskalasi konflik di Yaman dan hubungan dengan Iran.

Di satu sisi, menurut dia, Amerika Serikat tidak memberikan bantuan langsung kepada Riyadh dalam menghadapi kelompok Houthi. Di sisi lain, Washington diminta menekan Arab Saudi agar tidak mengambil jalur negosiasi dengan Iran, Oman, maupun negara-negara Teluk lainnya.

“Ini adalah masalah besar bagi Arab Saudi, dan pada titik tertentu mereka mungkin memutuskan untuk sedikit menjaga jarak dari Amerika Serikat serta benar-benar menelan pil pahit ini dan berbicara dengan pihak Iran,” kata Schayegh.

Situasi tersebut terjadi ketika pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali meningkat.

Dalam perkembangan terkini, Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang disebut diluncurkan Houthi menuju wilayah sekitar Mekkah. Kelompok Houthi berpendapat bahwa mereka menargetkan Mekkah maupun situs-situs suci Islam.

Turki Kecam Ancaman melawan Mekkah

Kementerian Pertahanan Turki juga mengecam kejadian tersebut dan membiarkan tindakan yang dinilai mengancam stabilitas kawasan.

Turki menilai ancaman berkelanjutan di kawasan Laut Merah dan Bab al-Mandeb dapat berdampak terhadap keamanan regional, perdagangan maritim internasional, serta stabilitas global.

Sementara itu, UEA secara resmi menyatakan solidaritas kepada Arab Saudi dan mengecam keras apa yang disebutnya sebagai upaya kelompok Houthi yang menargetkan Mekkah menggunakan drone.

Eskalasi terbaru tersebut menambah tekanan terhadap Arab Saudi yang tengah menghadapi serangkaian serangan Houthi, sekaligus memperluas perhatian negara-negara kawasan terhadap jalur diplomasi dan keamanan regional.