DBH Menyusut, Siak Bertaruh pada Investasi Rp1,6 Triliun di KITB

General Manager PT Oriental Resources Indonesia, Sutiman, SP. Bersama Bupati Siak saat dilaoangan.(poto/ist) 

SIAK, Satuju.com – Di tengah tekanan fiskal akibat penurunan dana transfer dan Dana Bagi Hasil (DBH), Kabupaten Siak mendapat angin segar dari rencana investasi Rp1,6 triliun PT Oriental Resources Indonesia (ORI) di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB). Investasi ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap sektor minyak dan gas bumi (migas).

Pemerintah Kabupaten Siak bersama pihak pengelola KITB terus berupaya menarik investor untuk mengembangkan kawasan industri tersebut. Upaya itu menjadi semakin penting ketika kemampuan keuangan daerah menghadapi tekanan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Di tengah keterbatasan fiskal, investasi swasta dinilai dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.

Pemerintah Kabupaten Siak pun berupaya mendorong sektor industri, hilirisasi, pelabuhan, perdagangan, dan investasi agar tumbuh berdampingan dengan sektor migas yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.

“Siak adalah Negeri Bertuah. InsyaAllah dengan kolaborasi semua pihak dan kemudahan berinvestasi, akan banyak alternatif ekonomi baru yang kita siapkan bagi rakyat Siak hari ini dan di masa depan,” kata Afni.

PT ORI Siapkan Investasi Bertahap Rp1,6 Triliun

General Manager PT Oriental Resources Indonesia, Sutiman, SP., mengatakan investasi tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk mengembangkan industri berbasis kelapa sawit beserta produk turunannya di Riau.

Perusahaan menyiapkan investasi tahap awal sekitar Rp800 miliar. Selanjutnya, PT ORI merencanakan tambahan investasi sekitar Rp800 miliar untuk pengembangan fasilitas industri berikutnya.

Dengan demikian, total rencana investasi perusahaan di KITB mencapai sekitar Rp1,6 triliun.

Pengembangan tersebut mencakup fasilitas pengolahan minyak turunan kelapa sawit untuk menghasilkan produk pangan, seperti margarin dan special fats atau lemak khusus yang digunakan dalam industri makanan.

Pengolahan bahan baku menjadi produk bernilai tambah diharapkan memperkuat posisi KITB sebagai kawasan industri yang mampu mendukung rantai pasok komoditas sawit, mulai dari pengolahan hingga distribusi produk.

KITB Diharapkan Menjadi Mesin Ekonomi Baru

Investasi PT ORI menjadi peluang bagi Siak untuk memperluas sumber pertumbuhan ekonomi di luar sektor migas. Namun, dampak investasi tersebut akan sangat bergantung pada realisasi pembangunan, pengoperasian fasilitas, serta keterlibatan tenaga kerja dan pelaku usaha lokal.

Jika berjalan sesuai rencana, pengembangan industri di Tanjung Buton berpotensi membuka kesempatan kerja bagi masyarakat, mendorong kegiatan usaha pendukung, serta meningkatkan aktivitas perdagangan dan logistik.

Kawasan ini juga diharapkan mampu menarik investor lain sehingga pertumbuhan industri tidak hanya bertumpu pada satu perusahaan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Siak, tantangan berikutnya ialah memastikan investasi tersebut benar-benar terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penyerapan tenaga kerja lokal, keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kesiapan infrastruktur menjadi sejumlah aspek penting dalam pengembangan kawasan industri.

Di tengah tekanan keuangan daerah, KITB diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat fondasi ekonomi Siak dalam jangka panjang.

Pemerintah daerah juga berharap semakin banyak investor mengikuti langkah PT ORI. Dengan bertambahnya kegiatan industri dan hilirisasi, Siak memiliki peluang memperluas sumber pendapatan ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap transfer pusat.

Investasi Rp1,6 triliun tersebut menjadi modal awal bagi pengembangan KITB. Pekerjaan selanjutnya adalah memastikan rencana itu berujung pada aktivitas industri, lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Laporan: Zulfahmi, S.Pd.I