Pakar Hukum Sebut Ada Intervensi Terkait Firli Bahuri yang Tak Juga Ditahan Setelah 7 Bulan Tersangka

Eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.

Jakarta, Satuju.com - Dugaan intervensi diungkapkan Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar dalam penyidikan dugaan kasus pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) oleh tersangka eks Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.

Hal itulah yang membuat Firli tak ditahan meski sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 22 November 2023. 

“Sangat mungkin ada intervensi, tapi seharusnya polisi dan kejaksaan tidak takut pada intervensi dari luar karena kasusnya jelas pemerasan dan mendukung jabatan,” ungkap Fickar kepada Kompas.com, Rabu (12/6/2024).

Fickar menegaskan, tidak ada alasan bagi polisi maupun kejaksaan untuk tidak menahan Firli. 

Sebab, sangkaan terhadap Firli sangat memungkinkan untuk membuatnya ditahan.

“Jangan-jangan polisi atau jaksa tebang pilih tidak menahan FB (Firli Bahuri). Padahal, sangkaannya jelas, memungkinkan untuk ditahan,” kata Fickar. 

Lebih lanjut, Fickar menyebut bahwa kasus yang menjerat Firli seharusnya sudah tuntas, bukan berlarut-larut seperti sekarang ini.

“Seharusnya sudah naik ke masukan dan bayangan, bahkan seharusnya sudah divonis,” tutur Fickar. 

Sekadar informasi, Polda Metro Jaya menetapkan Firli sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan terhadap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada 22 November 2023.

Firli Bahuri diduga melanggar Pasal 12 e dan atau Pasal 12 B dan atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 65 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup. 

Namun, tujuh bulan berlalu, hingga kini Polda Metro Jaya belum juga menahan Firli Bahuri.