Perampokan Lahan “Dalih Penghijauan?” Terciduk di Desa Batu Gajah, "Lahan Konservasi PT PSPI Diduga Dijual Mafia Lahan"

diduga bekerjasama dengan “Mafia Lahan”.

Tapung (Kampae), Satuju.com - Seorang tokoh Desa Batu Gajah bernama Boimin yang kekayaannya cukup wah? diduga bekerjasama dengan “Mafia Lahan” menguasai kawasan hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Desa Batu Gajah, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau. Kekayaan Boimin menurut warga didapat karena menjual sawit dalam lahan konservasi PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI).

Boimin sendiri bahkan dikabarkan telah diperiksa di Krimsus Polda Riau, karena mendapat surat keterangan tanah (SKT) dari kepala Desa Junaid. Kasusnya masih gantung warga berharap Kapolda Riau, Irjen. Pol. Herry Heryawan, untuk melanjutkan kasus ini.

Selain Boimin ada warga cukup banyak uang juga dikabarkan ikut menguasai lahan konservasi tersebut, bahkan info beredar untuk keamanan para mafia lahan ini lahan seluas 8 hektar juga “dihadiahkan” kepada oknum berbaju hijau yang diduga bagian Satgas PKH.   

“Saat ini orang bernama Ma'ruf Sugiyanto dan timnya itu telah dilarang memasuki kawasan konservasi PT PSPI sehingga untuk transaksi lahan itu kabarnya banyak yang gagal. Pemain yang aktif memanen tandan buah segar (TBS) adalah Boimin dan kawan - kawan,” demikian informasi yang sudah beredar di tengah masyarakat Desa Batu Gajah, Jumat (20/2/26). 

Selaku tim penghijauan yang dipercaya oleh PT PSPI Kamis (19/2/26) siang Kepala BPD Desa Batu Gajah, Syamsul, meminta warganya untuk bersama memelihara DAS dan lahan Konservasi PT. PSPI untuk sesegera mungkin dihijaukan.

Kekacauan dalam lahan konservasi ini sebelumnya diduga dilakukan oleh Ma'ruf Sugiyanto dan rekan dengan dugaan ada dukungan kuat dari tokoh adat Suhaili Datuk Mudo.

“Kami selaku warga yang ada di desa ini sangat prihatin dengan ulah segelintir orang ini, dimana dalihnya penghijauan namun dibalik itu mereka hanya ingin menguasai batang dan buah sawit yang terlanjur ditanam dalam lahan konservasi PSPI tersebut,” kata Syamsul.

Ada informasi terdengar saat ini Jum’at, tangan kanan datuk Suhaili mengutus seorang warga bernama Aseng untuk mengacau dalam lahan ini.

Aseng ini adalah seorang warga yang sebelumnya pekerja merawat sawit dalam lahan konservasi PSPI yang dibayar oleh Ma'ruf Sugiyanto, “saat ini karena diprovokasi oleh orang dekat Datuk Suhaili, Aseng sengaja mengukur - ukur lahan itu diduga untuk diperjual belikan kepada warga lain. Akibat jual beli yang dilakukan mafia lahan ini berdampak kepada lahan warga lainnya”.

Pada pagi Jum'at ini, Aseng dan warga calon pembeli kabarnya telah diusir warga (tim penghijauan Syamsul) dari lokasi lahan konservasi PT. PSPI, pengusiran disaksikan oleh para petugas keamanan PT. PSPI. 

Agar jangan salah paham, pihak PT PSPI sendiri menegaskan lahan ini tidak untuk dijual maupun dikuasai oleh orang - orang tertentu untuk memperkaya diri, “lahan PSPI kami tegaskan untuk dihijaukan bukan untuk mencari kekayaan”.

Sampai saat ini, Boimin Dan kawan - kawan belum memberikan klarifikasi kepada media ini.**