Sabar Tambunan Pertanyakan Sikap Ketua BEM Universitas Gadjah Mada dalam Isu Politik Nasional

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada

Jakarta, Satuju.com - Sabar Tambunan pada 22 Februari 2026 menyampaikan pernyataan yang mempertanyakan sikap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada dalam merespons dinamika politik nasional.

Dalam keterangannya, Sabar secara langsung mempertanyakan alasan Ketua BEM UGM dinilai menyerang Presiden Prabowo Subianto.

“Kawan ini Ketua BEM UGM, tapi kenapa Ketum BEM UGM ini malah ujug-ujug menyerang Presiden Prabowo?” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan sikap Ketua BEM UGM yang dinilai tidak mendukung sejumlah tokoh yang disebutnya tengah mendorong isu tertentu terkait Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

“Kenapa Ketum BEM UGM ini tidak dukung Dr. Rismon Sianipar dkk? Ada apa, kawan?” kata Sabar dalam pernyataannya.

Sabar turut menyebut nama sejumlah pihak seperti Rismon Sianipar, Roy Suryo, Tifa, dan Bonatua Silalahi yang menurutnya terlibat dalam gerakan yang ia anggap penting untuk diperhatikan publik.

Selain kutipan langsung, Sabar juga menyampaikan opini bahwa proses pemilihan ketua BEM di perguruan tinggi negeri kerap diwarnai praktik politik uang, meski ia tidak menyertakan bukti pendukung atas klaim tersebut.

Ia juga menyampaikan kritik keras terhadap dinamika politik nasional serta menyebut adanya kekuatan oligarki yang menurutnya berpengaruh besar dalam kehidupan bernegara.

Dalam pernyataan lainnya, Sabar menegaskan pentingnya gerakan yang ia sebut sebagai upaya mendorong penegakan hukum terhadap tokoh politik tertentu. Ia menilai isu yang diangkat para peneliti independen tersebut sebagai hal yang prioritas untuk dikaji.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak BEM UGM maupun pihak-pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

Pengamat mengingatkan bahwa pernyataan di ruang publik perlu disertai data dan fakta yang dapat diverifikasi agar tidak menimbulkan polemik atau disinformasi di masyarakat.