Jalan Rusak Tapung Raya Disorot, Warga Pertanyakan Kontribusi Kawasan Industri

Sejumlah Jalan rusak di Tapung Raya kembali dikeluhkan warga. Kawasan industri sawit, migas, dan HTI.(poto/ist)

KAMPAR, Satuju.com - Jalan Rusak Tapung Raya kembali menjadi sorotan masyarakat di tengah tingginya aktivitas industri perkebunan, migas, dan hutan tanaman industri (HTI) yang beroperasi di wilayah tersebut.

Tapung Raya yang meliputi Kecamatan Tapung, Tapung Hilir, dan Tapung Hulu selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Kabupaten Kampar. Kawasan ini menjadi lokasi berbagai perusahaan perkebunan kelapa sawit, pabrik kelapa sawit (PKS), sektor migas hingga HTI yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Namun, kondisi Jalan Lintas Petapahan yang masih mengalami kerusakan memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

Praktisi hukum yang juga Sekretaris DPD SPRI Riau, Bidnen Nainggolan SH, menilai keluhan masyarakat merupakan hal yang wajar mengingat besarnya aktivitas ekonomi yang berlangsung di Tapung Raya.

"Tapung Raya bukan kawasan biasa. Di sini ada perusahaan perkebunan besar, pabrik kelapa sawit, aktivitas migas hingga kawasan HTI. Karena itu masyarakat tentu berharap infrastruktur yang menjadi urat nadi mobilitas juga mendapat perhatian yang serius," ujarnya.

Menurut Bidnen, keberadaan berbagai sektor usaha tersebut menunjukkan posisi strategis Tapung Raya sebagai salah satu penggerak ekonomi utama di Kabupaten Kampar serta berkontribusi terhadap perekonomian Provinsi Riau dan pemerintah pusat.

"Karena itu yang ingin dilihat masyarakat bukan sekadar penjelasan mengenai kewenangan, tetapi bagaimana infrastruktur yang menjadi penopang aktivitas ekonomi dan mobilitas warga benar-benar diperjuangkan," tegasnya.

Berdasarkan sejumlah sumber terbuka periode 2022 hingga 2024, berbagai perusahaan besar tercatat beroperasi di kawasan Tapung Raya. Di Kecamatan Tapung terdapat PTPN IV Regional III melalui Kebun dan PKS Sei Galuh, PT Ramajaya Pramukti, Asian Agri melalui Kebun Topaz/PT Tunggal Yunus Estate, serta PKS Petapahan Makmur Jaya.

Sementara di Kecamatan Tapung Hilir beroperasi PT Buana Wiralestari Mas, PT Tenera Inti Sawit, PT Kampar Tunggal Agrindo, PT Dami Mas Sejahtera, serta koridor migas Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Adapun di Kecamatan Tapung Hulu terdapat PTPN V Sei Kencana, PT Subur Arum Makmur, PT Inti Kamparindo Sejahtera, serta sejumlah perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit lainnya.

Data perusahaan tersebut dihimpun dari dokumen PROPER Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dokumen ISPO, data OSS, publikasi perusahaan, referensi akademik, dan berbagai sumber terbuka lainnya pada periode 2022-2024. Meski demikian, data tersebut belum diverifikasi langsung kepada Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar maupun instansi teknis terkait sehingga masih dimungkinkan adanya perubahan jumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan Tapung Raya.