Jelang Sidang, Dokter Tifa Mengaku Alami Teror dan Penyitaan Apartemen
Dokter Tifa.(poto/ist)
Dokter Tifa mengaku mengalami teror, intimidasi, dan penyitaan apartemen menjelang sidang pada 2 Juli 2026. Berikut pernyataannya.
Satuju.com - Dokter Tifa mengaku mengalami teror dan intimidasi menjelang persidangan yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juli 2026. Selain itu, ia menyatakan apartemennya telah ditetapkan untuk disita di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial. Dalam unggahannya, Dokter Tifa menceritakan awal persoalan yang menurutnya bermula dari usaha yang dibangun bersama rekan bisnis sebelum pandemi COVID-19.
Ia mengatakan usaha tersebut akhirnya terdampak pandemi hingga mengalami kegagalan. Meski demikian, ia menegaskan tetap berupaya mengembalikan dana para penanam modal secara bertahap sesuai kemampuan.
"Saya tetap berusaha mengembalikan dana yang sudah ditanam sedikit demi sedikit, sesuai kemampuan yang saya miliki."
Dokter Tifa juga mengungkapkan pernah ditangkap saat hendak menjalani ujian seminar hasil. Kini, setelah menjalani wajib lapor pertama, ia mengaku menerima penetapan penyitaan apartemen menjelang sidang.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pukulan berat karena disaksikan langsung oleh anaknya.
"Yang paling berat adalah ketika anak saya, yang sama sekali tidak mengetahui apa pun tentang persoalan orang tuanya, harus membuka pintu rumah dan menyaksikan proses penyitaan itu berlangsung."
Meski menghadapi tekanan, Dokter Tifa menyatakan tetap menghormati proses hukum dan akan mengikuti persidangan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Saya tetap percaya bahwa tanggung jawab harus diselesaikan dengan tanggung jawab. Saya tetap percaya bahwa hukum harus dihormati. Dan saya tetap percaya bahwa kebenaran harus diperjuangkan melalui cara-cara yang bermartabat."
Di akhir pernyataannya, Dokter Tifa juga mengklaim terdapat upaya untuk melemahkan mentalnya menjelang persidangan.
"Setelah ancaman, teror, bujukan restorative justice, rayuan Rp 50 miliar tidak mempan, sekarang yang dilakukan adalah fitnah mempermalukan, untuk melemahkan mental saya menghadapi Sidang 2 Juli 2026."
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pihak lain yang disebut dalam pernyataan Dokter Tifa terkait klaim tersebut. Proses hukum atas perkara yang dihadapinya masih berlangsung sehingga seluruh tudingan dalam pernyataan itu belum dapat diverifikasi secara independen.
